Minggu, 24 Juli 2011

LATAR BELAKANG GIRI HARJA 3

Giri Harja merupakan nama sebuah kampung di Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Awal mula dinamakan Giri Harja yaitu ketika pada masa keemasan alm. Abah Sunarya, beliau menamakan grup wayang golek yang dipimpinnya dengan nama PUSAKA GIRI HARJA. Secara turun menurun, kepiawaian memainkan wayang golek secara tidak langsung terwariskan kepada anak-anaknya.

Giri Harja 3 merupakan turunan ke-3 setelah Giri Harja 2. Jika dijelaskan secara rinci, mulai dari masa kanak-kanak Asep Sunandar Sunarya sudah menyenangi wayang golek. Ini terjadi karena lingkungan sekitarnya yang selalu bersentuhan dengan kesenian wayang golek. Sedikit demi sedikit beliau mulai mempelajari tarian-tarian wayang, suara berbagai tokoh wayang, nada-nada gamelan, dan hal lain yang berhubungan dengan wayang golek, termasuk mengukir wayang golek.

Ketika beranjak dewasa, sebelum menjadi dalang terkenal, Asep Sunandar Sunarya selalu mengikuti kakaknya (Alm. H. Ade Kosasih Sunarya-Giri Harja 2) dalam berbagai pementasan wayang golek. Pada kesempatan tersebut, ia sering memperhatikan berbagai hal yang menarik seputar pagelaran wayang golek. Kemudian setelah benar-benar siap untuk mementaskan wayang golek, ia mendirikan grup kesenian wayang golek Giri Harja 3.

Seiring dengan perjalanan waktu, Giri Harja 3 semakin banyak penggemar dan selalu berkembang dalam inovasi. Masyarakat tidak hanya dapat menyaksikan Giri Harja 3 secara langsung, tetapi dapat pula menyaksikan melalui berbagai media yang telah diproduksinya (kaset, Audio CD dan VCD/DVD).

Pada umumnya Giri Harja 3 mengadakan pementasan wayang golek berdasarkan panggilan dari masyarakat yang akan mengadakan pesta, baik pesta perkawinan, khinatan, maupun ruwatan. Semakin hari kemampuan mengolah cerita dan garapan wayang golek semakin terasah dan berkembang. Tidak jarang Giri Harja 3 mengadakan pementasan di berbagai instansi pemerintah. Hal positif yang dapat diambil dari pementasan wayang golek Giri Harja 3 pada instansi pemerintah adalah semakin meluasnya pergaulan dengan para pelaksana pemerintahan dan secara langsung dapat mengetahui seluk beluk kehidupan masyarakat yang mengatur roda pemerintahan.

Jumlah pementasan wayang golek Giri Harja 3 dari awal mula terbentuknya hingga sekarang selalu terus berkembang padat. Bahkan pernah terjadi pada kurun waktu 1986-1987 mengadakan pementasan wayang golek secara non stop. Tentunya bukan hanya masyarakat Jawa Barat atau Indonesia saja yang mengenal Asep Sunandar Sunarya-Giri Harja 3, tetapi masyarakat internasional pun mengenalnya. Hal ini terbukti dengan diadakannya beberapa pementasan di luar negeri seperti di Amerika, Kanada, Inggris, Prancis, dsb.

Tidak ada komentar: