Kamis, 08 September 2011

PERANAN GIRI HARJA 3 | PUTRA GIRI HARJA 3 DALAM INOVASI WAYANG GOLEK

Kegiatan yang dilakukan Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 selain pelatihan gamelan sebagai pencarian warna baru dalam musik, juga kegiatan membuat wayang golek. Produksi wayang golek ini bertujuan sebagai persediaan untuk kepentingan pementasan juga sebagai souvenir. Dalam pelaksanaannya, para pengrajin dituntut untuk kreatif dengan berbagai kreasi dan bentuk wayang. Hal ini terbukti memberi kontribusi yang positif yaitu dengan adanya berbagai inovasi dari bentuk wayang khususnya tokoh raksasa/buta, diantaranya yang bisa berkedip, mulut bergerak, dan tehnik lain yang diterapkan pada tokoh tersebut. Berbagai kreasi tersebut membuat Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 menjadi trend setter dalam bentuk dan tehnik wayang.
 
Pada saat ini mungkin bukan hanya Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 yang membuat wayang-wayang tehnik, tetapi setidaknya Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 telah memberi sumbangan ide yang positif dan menghibur.
Inovasi  tehnik gerak pada wayang berlaku hanya untuk tokoh-tokoh yang berkarakter sebagai pengganggu (raksasa/buta). Para seniman pembuat wayang bebas dan leluasa membuat bentuk, ukuran, dan tehnik wayang raksasa hasil kreasinya, lain halnya dengan bentuk tokoh wayang yang sudah baku misalnya Bima, Gatotkaca, Kresna, dsb.
 
Sebenarnya tokoh wayang baku pun telah mengalami perkembangan bentuk dari bentuk dasarnya. Pada awalnya bentuk tokoh wayang baku masih mengadaptasi dari wayang kulit (sekitar 30 tahun yang lalu) dengan bentuk hidung yang lurus dan terkesan dua dimensi dengan kostum sederhana. Seiring dengan perkembangan jaman dan kemampuan, kemudian pada masa-masa selanjutnya mulai dikembangkan dengan bentuk yang lebih realistis dengan kostum yang lebih menaik dan ukuran wayang yang lebih besar.
 
Pada sekitar pertengahan  tahun 2000, Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 membuat inovasi kembali yaitu dengan mengembangkan warna-warna pada tokoh wayang. Warna yang sebelumnya menganut tradisi lama kemudian diganti dengan warna-warna ultra bright pada mahkota dan aksesoris lainnya, sehingga terkesan lebih megah. Semua inovasi ini dilakukan oleh Giri Harja 3 | Putra Giri Harja 3 sebagai apresiasi dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Selasa, 02 Agustus 2011

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG PEMENTASAN WAYANG GOLEK

Suatu pagelaran wayang golek akan terasa sempurna dengan jika didukung oleh beberapa hal, diantaranya :

PANGGUNG PERTUNJUKAN
Panggung yang biasa digunakan untuk pagelaran wayang golek mempunyai ukuran yang cukup luas mengingat jumlah personel dan alat gamelan yang banyak. Selain luas, tinggi panggung  juga diperhitungkan dengan cermat agar pagelaran wayang golek dapat disaksikan oleh penonton dari berbagai sisi.

Pada pagelaran wayang golek sebenarnya tidak diperlukan setting panggung yang rumit dan mencolok. Cukup dengan latar hitam, atau bahkan tanpa latar sama sekali. Jika panggung memiliki latar (back drop) yang ramai dan mencolok, dikhawatirkan tokoh-tokoh wayang tidak akan terlihat secara fokus.

LIGHTING
Tata cahaya yang digunakan pada pagelaran wayang golek cukup untuk menerangi panggung pagelaran, khususnya wilayah “jagat” atau tempat wayang diperankan.

GAMELAN
Gamelan atau alat musik mempunyai peranan yang dominan dalam pagelaran wayang golek dan sebagai sarana pengiring. Giri Harja 3 dan Putra Giri Harja 3 menggunakan gamelan multi laras, dimaksudkan untuk mendukung variasi lagu yang bersifat fleksibel sesuai dengan nada yang diinginkan.

WAYANG GOLEK
Wayang yang digunakan Giri Harja 3 dan Putra Giri Harja 3 berjumlah ratusan. Kepentingannya selain untuk kebutuhan cerita, juga digunakan sebagai janturan (dekorasi di kanan-kiri jagat).  Janturan juga berfungsi sebagai pendukung keindahan panggung/setting. Dari tahun ke tahun, bentuk dan warna wayang golek Giri Harja  selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan kreatifitas dalang.

CERITA/LAKON
Cerita/lakon yang dibawakan Giri Harja 3 dan Putra Giri Harja 3 selalu bervariasi, sesuai dengan tema atau permintaan dari pemesan. Para dalang selalu beradaptasi dengan kejadian-kejadian aktual dan selanjutnya diaplikasikan pada lakon wayang. Unsur humor juga menjadi ciri khas Giri Harja.

SOUND SYSTEM
Tata suara yang digunakan pada pagelaran wayang golek untuk mendukung suksesnya pagelaran mempunyai kekuatan di atas 20.000 watt. Ini dilakukan dengan pertimbangan agar dapat menjangkau wilayah yang luas.